Beberapa hari menjelang pengumuman tes SBMPTN, aku lebih giat berdoa, berharap benar-benar bisa mendapatkan satu kursi di UPN. Malam itu, didalam kamar, setelah melaksanakan sholat sunnah, aku menangis dalam keheningan. Aku menutup wajah dengan peci, bersujud merasakan betapa lemahnya menjadi seorang hamba yang tidak sempurna. Aku merenung, entahlah, akhir-akhir ini aku memang sangat menginginkan bisa masuk bangku perkuliahan seperti apa yang aku harapkan, tetapi aku sadar, aku hanya benar-benar "serius" berdoa saat menjelang pengumuman itu tiba. Padahal, jauh-jauh hari sebelum mengikuti SBMPTN, aku berdoa sesempatnya saja, bahkan aku juga sering tidak berdoa setelah selesai sholat. Aku merasa sangat berdosa, sangat menyesal, sangat tidak berdaya. Aku terlalu lemah untuk tetap bernafas di dunia. Tuhan, aku menjadi seperti ini karena tidak tahu diri, atau telah melupakan keberadaan-Mu? Cepat jawab Tuhan. Aku kacau, sulit mengendalikan diri. A...
Boleh baca, boleh suka, boleh cinta, gak boleh menghina.